Pembatasan Konsumsi Solar Beratkan Perusahaan Logistik

Pembatasan Konsumsi Solar Beratkan Perusahaan Logistik

Surat edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tentang pembatasan konsumsi solar disesalkan oleh Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jateng. Dalam surat edaran itu, BPH Migas mengatur batas maksimal konsumsi solar untuk semua kendaraan angkutan. Untuk angkutan barang roda empat hanya bisa membeli sebanyak 30 liter solar per kendaraan per hari.

Sementara untuk kendaraan roda enam atau lebih maksimal hanya boleh 60 liter per kendaraan per hari. Khusus bagi kendaraan pribadi justru lebih sedikit hanya 20 liter saja. Ketua Asperindo Jateng, menyayangkan surat edaran pembatasan konsumsi solar tersebut. Menurutnya, kebijakan itu salah sasaran dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Pengguna jasa logistik adalah para pelaku UMKM yang kini sedang digenjot untuk ikut andil dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Nah kebijakan (pembatasan solar) justru menghambatnya,” terang Tony Winarno kepada Tribun Jateng, Kamis (22/8/2019). Terlebih saat ini Asperindo Jateng sedang fokus menggarap pengiriman melalui trucking. Hal itu dilakukan sebagai langkah menindaklanjuti mahalnya harga kargo udara. “Kalau benar diterapkan dan batasan konsumsinya kaku hanya 60 liter, presiden Jokowi sudah mengingkari apa yang disampaikan di pidato kenegaraan. Saya ingat benar beliau bicara Indonesia fokus menggarap biodiesel, fokus membanghn infrastruktur tol, tapi solarnya dibatasi, ini kebijakan yang bertentangan,” keluhnya.

Ia menggambarkan dalam rute logistik darat yang padat Semarang-Jakarta misalnya. Anggaran bahan bakar ia patok sekitar Rp 400 ribu. “Bisa digambarkan kalau solar Rp 5 ribu per liter artinya kita butuh 80 liter solar untuk satu rute itu saja, kalau maksimal 60 liter? Ini jelas ndak cukup,” tandasnya. Ia kini berencana akan menghadap pemerintah untuk menyuarakan kebijakan pembatasan konsumsi solar terasebut.

Sebelumnya, BPH Migas menerbitkan surat edaran itu karena mendapati penggunaan solar bersubsidi hingga pertengahan tahun sudah mencapai 9,04 juta kilo liter. Jumlah itu setara 62 persen dari target yang akan dipakai selama tahun 2019.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Asperindo Jateng: Pembatasan Konsumsi Solar Beratkan Perusahaan Logistik, https://jateng.tribunnews.com/2019/08/22/asperindo-jateng-pembatasan-konsumsi-solar-beratkan-perusahaan-logistik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked

20 − 5 =